Home NEWS & ARTICLES ARTICLES Menulis Puisi
Menulis Puisi PDF Print E-mail
Artikel - Pendidikan
There are no translations available.

Menulis Puisi dengan Cara Menguraikan Nama Diri

Oleh Retno Utami 

 

Salah satu materi pembelajaran Bahasa dan sastra Indonesia yang dianggap sulit oleh siswa SMP atau SMA adalah Puisi. Mulai dari menganalisis puisi, memaknai puisi, membaca puisi,apalagi menulis puisi. Guru berusaha mencari cara yang paling mudah dan menyenangkan untuk mulai membuat puisi. Salah satu cara yang cukup mudah dan menyenangkan adalah dengan cars menguraikan nama diri. Nama adalah sesuatu yang sangat dekat dengan diri kits. Setiap manusia mulai dikenal oleh orang lain mulai dari namanya. Nama juga menjadi sesuatu yang sakral. Nama yang diberikan oleh orang tua kita sudah melalui proses pemikiran yang sangat panjang. Nama yang kita sandang adalah juga doa orang tua kita. Karena itulah menulis puisi dengan cara seperti ini akan menjadi pengalaman bermakna bagi siswa. Hal ini akan sangat penting untuk langkah selanjutnya dalam memahami puisi.

Langkah-langkah yang dapat dilakukan siswa di kelas adalah sebagai berikut: (1) Menentukan terra dan judul puisi, (2)Menguraikan nama diri secara vertikal, (3) Menguraikan tiap huruf awal nama, (4) membaca dan mengoreksi kembali kata-kata yang sudah ditulis dengan cars: membuang kata-kata yang tidak penting, mengganti kata yang biasa dengan kata lain yang semakna tetapi lebih indah dan sesuai dengan puisi, menyusun tipografi puisi dengan bentuk yang lebih kreatif, memasukan ungkapan/gaya bahasa, mengganti kata-kata sehingga didapatkan rima yang lebih baik, dll.(5) membacakan puisi di hadapan siswa lainnya, (6) memperbaiki kembali puisi berdasarkan hasil komentar teman sekelas, (6) merayakan dan memberikan penilaian terhadap karya siswa.

Berikut ini disajikan beberapa contoh puisi karya siswa dengan cara menguraikan nama diri siswa dan komentar mereka setelah membuat puisi tersebut. 

a.  Contoh Puisi karya Pratiwi, kelas XG

             Rahasiaku

Perasaan yang tertutup kepadamu 

Rasanya tak mudah aku bongkar

Andai aku berani

Tidakkah itu suatu mukjizat

Impian sempurna bagaikan bintang bersinar

Walaupun satu dua kata menggantung di bibir

Indah terucap bagikan fatamorgana 

Komentar siswa: Saya tidak mengira ketika sebuah nama bisa dijadikan puisi. Selama ini saya belum pernah membuat puisi dari sebuah nama. Ternyata cukup unik juga membuat puisi dengan cara ini. 

b. Contoh puisi karya Fariz, kelas XG

Fajar telah terbit, menghangatkan bumi ini

Akupun segera terbangun dari kematianku sesaat, tetapi                     

Raut mukaku masih berantakan layaknya kapal yang                          

terombang-ambing di samudra luas

Ingin segera rasanya membenahi diriku, 'tuk mengubah nasibku..                        

karena bila  tidak,    

Zaman akan menelanku di tengah kesengsaraan ini

Komentar siswa: Ini pertama kalinya bagi saya menulis puisi dari hati dan benar-benar tanpa beban.

c. Contoh puisi karya Siti Zulaikha kelas XG

Siti Zulaikha

Sebuah nama sebuah cerita dari ayah dan bunda

Indah tak berarti intan

Tetap bersahaja tetap rupawan

llmu diasahnya demi Sang Khalik Sang Maha Pencipta 

Zaada rafi'la tanzil

Untuk kemuliaan demi kesempurnaan

Lahiriyah dan batiniah Abi... Ummi...

Insya Allah dalam umur yang berpacu tumbuh

Ku'kan terus berjuang untukmu Hingga

Akhir hayatku

Komentar siswa: Membuat puisi dengan nama saya sendiri memang sedikit susah. Tetapi itu membuat saya bisa berimajinasi lebih. Bisa memahami kata demi kata. Senang sekali bisa mengartikan nama sendiri dalam sebuah puisi.

d. Contoh puisi karya Fitri Mutiah Sappewali Kelas XG 

Sedetik

Firasatku tidak tergugah

Itu hanya hal biasa

Tetapi tidak setelah semuanya

Rupa dirinya berarti

Istimewa, hanya sebatas waktu 

Meninggalkanku sedetik lagi

Untaian cukup pahit

Tiada suatu kata terurai

Itu yang terus menghantuiku

Aku masih bernyawa

Hanya sekedar diam dan melihat

Siapa aku baginya

Aku tak tahu jawabannya

Pertanyaan yang tak 'kan terjawab

Pergi dan belum pernah berkata sedikitpun

Entah mengapa tak bosan 'tuk dilakoninya

Wajah penuh dengan curiga

Aku hanya bisa berkata dalam hati

Lupakan secepatnya

Itu akan terlihat lebih indah

Komentar siswa: Lebih susah untuk mencari kata-kata yang pas clan sesuai dengan huruf awal, kemudian memadukan satu kalimat dengan kalimat lainnya. Membuat puisi dengan menjabarkan nama akan membuat lebih kreatif clan pintar dalam memilih clan merangkai kata.

Penulis telah melakukan cara tersebut terhadap beberapa kelas X di SMA YPK. Kendala yang dihadapi adalah dibutuhkan waktu yang agak lama (2/3 kali pertemuan @ 2 jam pelajaran) . Hal tersebut disebabkan puisi dibuat di kelas, tidak di rumah. Sehingga keaslian karya siswa tetap terjaga. Kendala yang di hadap siswa secara umum tidak ada. Kalaupun dirasa sulit menemukan kata-kata yang tepat dan sesuai dengan nama mereka, itulah tantangannya sehingga siswa lebih kreatif. Justru sebagian besar siswa merasa bahwa cara seperti ini berbeda/unik dan siswa merasa semakin bangga dengan namanya yang ternyata seindah puisi. Jika nama lengkap seorang siswa terlalu panjang, maka dapat dipakai nama panggilan saja atau nama pendek.

Berdasarkan contoh dan komentar siswa tersebut dapat diambil satu kesimpulan bahwa menulis puisi dengan cara menguraikan nama diri siswa sangat berarti bagi pemahaman siswa terhadap puisi itu sendiri. Cara ini sangat dekat dengan kondisi siswa clan sangat menyenangkan. Pengalaman menulis puisi dengan cara ini akan menjadi pengalaman berharga bagi siswa.

(Juara 2 Lomba Penulisan Inovasi Pembelajaran Kategori Guru SMP dalam Rangka Hari Guru yang diselenggarakan Yayasan Pupuk kaltim November 2009)

 
Yayasan Pupuk Kaltim © 2009 Jl. Dahlia PC VI PT.Pupuk Kalimantan Timur Bontang,Kalimantan Timur, 75313 Indonesia Telephone: +6254823211 Fax: +6254823211
Powered by Joomla